Selasa, 13 Mei 2014

Laporan Observasi di SD Negeri Cibeusi-Jatinangor



 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada dasarnya kegiatan pertama yang harus dilakukan Pendidik ketika mengajar yakni mampu mengelola kelas, kemudian mengorganisasikan dan menguasai konten materi yang akan diajarkan. Maka untuk keperluan itu, saya sebagai Mahasiswa UPI Kampus Cibiru merasa perlu melakukan penelitian mengenai upaya pengelolaan kelas dan pemanfaatan media belajar.
Dalam hal ini saya melakukan observasi di SDN Cibeusi-Jatinangor Kab. Sumedang, bentuk laporan ini disajikan untuk pemenuhan tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan. Adapun alasan dalam pemilihan tempat pengamatan ini karena area sekolah yang representatif termasuk dalam kawasan pendidikan Jatinangor, manajemen sekolahnya berkembang dengan baik, dan banyaknya lulusan yang unggul berprestasi.
Maka dengan adanya laporan ini diharapkan calon guru mampu mengetahui tentang pemanfaatan media belajar dan pengelolaan kelas, dan menambah informasi mengenai pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung di sekolah tersebut.
B.     Rumusan Masalah
1.    Bagaimana sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar di SD Negeri Cibeusi?
2.    Bagaimana peran guru dalam mengelola kelas dan pemanfaatan media belajar di kelas?
C.    Tujuan Observasi
1.    Mengetahui sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar di SD Negeri Cibeusi.
2.    Mengetahui peran guru dalam mengelola kelas dan pemanfaatan media belajar di kelas.

D.    Manfaat Observasi
Menambah khazanah keilmuan tentang pengelolaan kelas, pemanfaatan media belajar yang tepat, dan memberikan informasi tentang sarana dan prasarana sekolah yang ideal.
E.     Prosedur Observasi
Adapun metode yang digunakan dalam menyusun laporan ini yakni pengamatan secara langsung, dokumentasi, dan wawancara. 
 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Deskripsi Sekolah
SD Negeri Cibeusi merupakan sekolah yang termasuk kedalam Area Pendidikan Jatinangor, letaknyasangat strategis yakni disebelah barat dan timur berdampingan dengan perumahan penduduk dan  Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), disebelah utara dan selatan berada dibawah kaki gunung Manglayang dan berdampingan dengan Yayasan Pendidikan Islam Al-Aqso.Kemudian tempat yang cukup jauh dari Jalan Raya dan Pasar Jatinangor menjadikan area sekolah yang tenang jauh dari kebisingan sehingga membuat konsentrasi belajar menjadi lebih optimal. Adapun penjelasan lebih lengkap menurut sumber data sebagai berikut:
Nama Sekolah             : SD Negeri Cibeusi
Tahun Pendirian          : 1989
NSS                             : 10110231015018
Akreditasi                    : A (Amat Sangat Baik)
Alamat                         : Dusun Sukajadi
Desa Kelurahan/Kec   : Cibeusi/Jatinangor
Kabupaten                   : Sumedang
Propinsi                       : Jawa Barat
Senada dengan letak wilayahnya yang strategis SD Negeri Cibeusi ini memiliki visi “mewujudkan insan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) yang berlandaskan iman dan takwa (IMTAK).” Adapaun hal-hal untuk merealisasikan visi itu, maka disusunlah misi sebagai berikut:
1.      Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan inovatif.
2.      Membekali insan pendidikan dengan teknologi dan keterampilan
3.      Menumbuhkembangkan keunggulan budaya lokal 
4.      Mewujudkan insan pendidikan yang cerdas, berbudi, dan sehat
5.      Mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan
6.      Melaksanakan pengelolaan pendidikan dengan pendekatan MBS
7.      Menumbuhkembangkan tenaga kependidikan yang profesional, ikhlas, disiplin, tanggungjawab dan panutan
8.      Menanamkan pemahaman dan pelaksanaan rukun iman dan rukun islam
Sejalan dengan misi sekolah untuk mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan, terlihat dibeberapa sudut sekolah ruang terbuka hijau yakni adanya pohon-pohon rindang beserta dengan tempat duduk dibawahnya. Lingkungan sekitar terlihat lebih indah karena jarangnya sampah-sampah yang berserakan, peserta didik kelihatan seudah dibimbing dengan baik sehingga dalam beberapa kesempatan saya sering menemui peserta didik yang memungut sampah di lantai. Kebiasaan membersihkan kelas setelah proses belajar selesai menjadi suatu kebudayaan positif, mereka konsisten dalam melaksanakan piket hariannya.
A.    Sarana dan Prasarana
Adapun sarana dan prasarana yang cukup menunjang kegiatan belajar di sekolah diantaranya:
1.      Ruang Lab Komputer
2.      Perpustakaan
3.      Ruang Kesenian
4.      Ruang UKS
5.      Sanggar Pramuka
6.      Multimedia
7.      Mushola (dalam perbaikan)
8.      Perlatan Musik Tradisional & Modern
9.      TV / VCD
10.  Keyboard
11.  Komputer
12.  Sound Sistem
13.  LCD Infokus (Poyektor)
14.  Laptop (Note Book)
15.  CD Pembelajaran/e-library
Beberapa koleksi buku-buku perpustakaan mewarnai kelengkapan sumber mengajar bagi guru dan sumber belajar peserta didik. Adapun jumlah buku-buku yang terdata yaitu:
Buku Pegangan Guru
Buku Teks Siswa
Buku Penunjang
Jumlah Judul
Jumlah Eksemplar
Jumlah Judul
Jumlah Eksemplar
Jumlah Judul
Jumlah Eksemplar
48
2992
54
32850
2800
11200

Dinding kelas bagian luar terdapat karton –karton yang bergambar tentang tokoh-tokoh mantan Presiden dan pahlawan Indonesia, Peta Pulau Jawa, Asmaul Husna, dan Mading Kelas. Kemudian dibagian dinding dalam terdapat karton seputar materi pengetahuan umum (tarian daerah, 7 keajaiban dunia, rumah adat) dan karton seputar matematika (Angka Romawi), namun ketika melihat beberapa kelas media yang ditempel di dinding berbeda sesuai dengan tingkatan kelas peserta didik.
B.     Pegawai dan Staf Pengajar
Pada umumnya staf pendidik di SD Negeri Cibeusi merupakan pendidik lulusan S1 walaupun beberapa guru yang berasal dari perguruan tinggi non kependidikan dan berasal dari program keahlian tetap masuk komposisi walaupun tidak menjadi guru kelas, tetapi menjadi guru bidang studi. Dan ada 4 pendidik juga yang sedang menyelesaikan jenjang pendidikan S1 di beberapa perguruan tinggi. Berikut ini tabel nama-nama pegawai dan staf pengajar yang terdata:
No
Nama Guru
Jenjang Pendidikan
Ket
SLTA
D1
D2
D3
S1
S2
1
Asep Sutisna, S.Pd.




v

Kepsek
2
Enung Rahmanisih, S.Pd.




v

Guru Kelas
3
Hj. Gurnawati, S.Pd.




v

Guru Kelas
4
Suherman, S.Ag.




v

Guru PAI
5
Hj. Ani Mulyani, S.Pd.




v

Guru Kelas
6
Dedeh Ratnasari, S.Pd.




v

Guru Kelas
7
Ida Lasmidara, S.Pd.




v

Guru Kelas
8
Ai Suhartini, S.Pd.




v

Guru Kelas
9
Wawan Setiawan, S.Pd.




v

Guru Penj
10
Rani, A.Md.



v


Guru Kelas
11
Nurliati, S.Pd.




v

Guru Kelas
12
Lilis S.Pitriani, S.Pd.




v

Guru Kelas
13
Usep Diana, S.Sn.




v

G. SenBud
14
Yun Fitriani


v



Guru Kelas
15
Cecep S.Pratama,A.Ma.Pust.






Pustakawan
16
Eem Rohimah


v



Guru Kelas
17
Erna Anggreani, S.Pd.I.




v

Guru PAI
18
Indri Febriani, S.Pd.




v

Guru Kelas
19
Tatan Hadiansyah
v





Penjaga
20
Yeni Yuliani,S.s.




v

G.Komp
21
De Tita A Y, S.Pd.




v

Guru Kelas
22
Agif Rubiyanto, S.Pd.




v

Guru Kelas

Perlu dipaparkan juga bahwa rata-rata jumlah siswa setiap kelas adalah 34 orang dengan ketentuan paling banyak untuk satu tingkatan kelas dibagi menjadi 4 bagian seperti, kelas 1 berjumlah 106 orang (49 laki-laki dan 57 perempuan) maka untuk setiap kelas berjumlah 26/27 orang setiap kelas. Untuk jumlah siswa paling sedikit seperti, kelas 6 berjumlah 77 orang(44 laki-laki dan 33 perempuan) dibagi menjadi dua kelas yakni antara 38/39 orang tiap kelasnya.
Pada pengamatan yang saya lakukan fokus pada dua kelas yaitu kelas 2 dan kelas 4 yang sedang menerapkan kurikulum 2013. Pada saat mengamati proses belajar di kelas 2, guru sedang mengajarkan pembelajaran bahasa sunda. Materi yang disajikan sangat menarik dan variatif, kemudian pengelolaan kelasnya cukup terkendali berhubung jumlah peserta didik yang tidak terlalu banyak. Sama halnya dengan kelas 4 (tematik), pengelolaan kelasnya pun cukup terkendali. Berhubung dengan latar belakang guru yang berasal dari S1 PGSD sehingga dia mengetahui strategi manajeman kelasnya.
Adapun aspek berbasis teknologi yang sedang dikembangkan yaitu E-Library Berbasis Web untuk memudahkan peserta didik dalam melihat daftar buku, melakukan pencarian sebuah buku, dan mengetahui status buku yang dapat diakses http://sdsn-cibeusi.sch.id/lib.


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Secara umum SD Negeri Cibeusi memiliki sarana dan prasarana yang representatif, kemudian memiliki media pembelajaran yang telah tersedia sesuai dengan mata pelajarannya. Area sekolah yang masuk kedalam Kawasan Pendidikan Jatinangor mendukung tercapainya proses pembelajaran yang optimal karena rata-rata jumlah peserta didik 34 orang/kelas sehingga memudahkan dalam mengelola dan mengorganisasikan kelas.
Jika ditinjau dari staf pengajar, rata-rata guru-guru kelas telah menyelesaikan jenjang S1 sehingga mereka memiliki khazanah pengetahuan yang lebih luas pada pendidikan di sekolah. Kemudian salah satu program unggulan sekolah yaitu sedang menggalakan program E-Library Berbasis Web untuk melihat daftar buku, mencari status buku, dan memudahkan siswa dalam mencari buku-buku pelajaran.
B.     Saran
Semoga dengan adanya laporan observasi ini bisa memmberikan khazanah keilmuan kepada pembaca terutama kepada calon guru. Jadi sebelum melakukan kegiatan belajar di kelas, sebaiknya mengetahui keadaan dan situasi kelas/sekolah itu.