Kamis, 24 April 2014

Kecanduan Game Online



Semakin berkembangnya teknologi informasi terutama pada software komputer yang memiliki bentuk aplikasi-aplikasi permainan yang menarik bervariasi terutama permainan yang terhubung secara online melalui dunia maya ini sangat digandrungi, dan memiliki penggemarnya dari mulai anak-anak, remaja sampai orang dewasa. Game online sering kali memberikan rasa penasaran sehingga dibutuhkan berkali-kali dalam bermain, kecenderungan ini mengakibatkan pemainannya terus menerus melanjutkan permainan itu maka timbul kebiasaan dan rasa senang yang berlebihan sehingga terjadi kecanduan atau ketagihan bermain.
Warung Internet merupakan tempat orang mencari informasi dengan cepat sebab terhubungnya jaringan ke seluruh dunia, pelaksanaannya pun berubah fungsi menjadi tempat menghabiskan waktu yang sangat mengasyikan jika digunakan untuk bermain game yang tersedia pada software komputer itu. Game adalah suau media hiburan yang sangat diminati oleh semua orang terutama anak-anak. Game dapat menjadi teman dunia maya bagi anak-anak yang cenderung merasa game lebih mengasyikan ketimbang bermain dengan teman sebaya. Pengaruh psikologis yang sangat dominan pada anak-anak usia belia cenderung dimulai dari tokoh animasi yang dilihat di video game.  
Game Online adalah media hiburan yang sama dengan Game biasa namun dalam hal ini diberikan sistem tambahan berupa komunikasi melalui jaringan internet. Awalnya maksud kedatangan game online ini agar anak – anak yang berada diseluruh pelosok dunia bisa saling berkomunikasi melalui game-game seperti ini. Tapi setelah kita lihat pada kenyataaan mereka malah asik dengan teman dunia maya tanpa menghiraukan lingkungan mereka
Namun pada kasus anak-anak sering kali mereka tidak bisa mengatur waktu ketika bermain game, akibatnya mereka menjadi pemalas, tidak mau belajar dan melalaikan tugas-tugas sekolahnya. Nah pada kasus ini menjadi permasalahan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Terutama pada anak yang sering main game menjadi anak yang pemalas, suka bolos sekolah, individualistis dan kurang terampil berinteraksi dengan sesamanya di lingkungan masyarakat.
Tinjauan masalah pada aspek-aspek berikut:
1.      Pendidikan
Permainan dunia maya ini memang menjadi tempat berkumpul yang mengasyikan karena terhubung dengan sejumlah orang yang tersebar di seluruh pelosok dunia namun kecenderungan bermain game yang berlebihan membuat anak-anak menjadi pemalas, suka membolos dan lalai terhadap tugas-tugas sekolah. Selain itu anak-anak menjadi sulit berkonsentrasi dalam belajar karena selalu terbayang tokoh-tokoh animasi yang berada pada permainan.
2.      Kesehatan
Anak-anak yang selalu bermain game online di depan monitor komputer seringkali melupakan untuk makan, belajar, dan berolahraga. Sehingga kesehatan mereka terganggu terutama pada sel saraf mata dan otak yang terkena radiasi cahaya pada monitor komputer,  padahal mereka berada pada masa pertumbuhan seharusnya banyak bergerak di lingkungan dengan berbagai akivitas nyata atau olahraga. Maka anak-anak yang kecanduan bermain game terlihat lebih pucat, kurang ceria dan lemas. Tentunya aktivitas di dalam ruangan berbeda dengan aktivitas di lingkungan yang terkena radiasi sinar matahari yang hangat dan banyaknya oksigen, oleh sebab itu anak-anak yang beraktivitas di lingkungan cenderung lebih sehat dan mengalami pertumbuhan dengan baik.
3.      Psikologi
Kebiasaan bermain lewat dunia maya ini menimbulkan efek terhadap diri anak seperti  sikap individualistis, perilakunya menjadi kasar dan agresif karena terpengaruh dengan apa yang dilihat pada game online. Perubahan sikap terhadap ini biasanya terjadi setelah anak terpengaruh dengan game dalam waktu yang lama, seolah-olah anak menjalani kehidupan seperti pada game.
4.      Lingkungan
Pecandu game yang selalu beriteraksi lewat dunia maya merasa terisolir dari teman-teman dan lingkungan kehidupan nyata. Alasannya logis, karena setiap menghabiskan waktu di depan monitor komputer maka pergaulan anak-anak di lingkungan akan terhambat, dan hanya akan akrab jika beriteraksi dengan teman-temanya di dalam game itu sendiri.
5.      Ekonomi
Kecanduan bermain game online yang berlebihan mengakibatkan anak-anak menghamburkan uang sakunya untuk bermain daripada menabung. Hal ini tentunya disayangkan sekali oleh orang tua, anak-anak yang seharusnya belajar tentang menabung dan mengetahui bagaimana sulitnya mencari uang malah menjadi orang yang pemboros.

SOLUSI :
Meskipun tidak semua game online berakibat buruk namun yang menjadi permasalahannya adalah kecanduan anak terhadap game itu sehingga melupakan kewajibannya untuk belajar dan bersekolah.  Anak-anak yang bermain game online akan kehilangan jati dirinya, perubahan karakter pada diri anak itu seolah-olah menjadi tokoh animasi pada game apalagi menjadi anak yang keras, kasar, pendiam, dan sulit berinteraksi/bergaul dengan teman-temannya menjadi hal negatif yang harus segera dicegah serta ditanggulagi.
Adapun solusi yang dapat dicoba dalam permasalahan anak yang kecanduan game sebagai berikut:
1.      Memberikan perhatian yang lebih kepada anak
Hal pertama untuk mencegah atau mengobati anak yang kecanduan bermain game online yakni dengan memberikan perhatian lebih kepada anak anda. Perhatian orang tua sangat diperlukan anak, dan tidak ada anak yang tidak ingin diperhatikan orang tuanya. Perhatian lebih bisa berupa meluangkan waktu anda dengan anak, buatlah anak senyaman mungkin berada dengan anda untuk menjalin komunikasi yang baik. Sehingga perlahan-lahan anda bisa memberikan nasihat dan pengarahan pada anak untuk mengurangi aktivitas bermain game online, semoga dalam waktu yang lama anak bisa melupakan kebiasaan buruk bermain game dalam waktu yang lama.
2.      Memahami kebutuhan anak
Orang tua harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anaknya, tetapi orang tua harus jeli dalam memenuhi kebutuhan anak, jangan sampai menuruti kebutuhan anak namun akhirnya anak anda menjadi seorang yang manja. Sebagai orang tua wajib mendidik anak, dan mendidik disini bukan berarti menuruti dan memanjakannya. Keinginan anak yang sekiranya wajar boleh diikuti tetapi yang berlebihan jangan sampai dituruti. Kebutuhan anak yang paling utama adalah kebutuhan psikologis, sudah sewajarnya orang tua memberikan rasa kasih sayang kepada anak-anaknya sehingga jalinan kasih sayang orang tua dan anak berjalan harmonis.
3.      Membuat jadwal liburan dan rekreasi bersama keluarga
Dalam aktivitas kesehariannya anak akan mengalami kejenuhan, maka orang tua perlu melakukan penyegaran agar aktivitas sehari-harinya bisa berjalan secara optimal. Orang tua perlu membuat jadwal liburan bersama anaknya seperti berenang, pergi ke kebun binatang, atau kemping setiap bulannya atau setelah selesai ujian. Semoga saja dengan liburan ini membuat anak melupakan kebiasaannya bermain game online.
4.      Masuk kedalam dunia anak
Untuk mengetahui permasalahan anak kecanduan game online, orang tua harus masuk ke dalam dunia anak tetapi tidak sepenuhnya. Cukup mengetahui dasar dan inti dalam dunia anak, seperti tahu game apa yang dimainkannya, bagaimana cara memainkannya, dan karakter apa yang disukainya. Dengan demikian anak akan lebih terbuka bercerita kepada anda karena anda sudah dinggap masuk kedalam dunianya, kemudian anda dapat memberikan nasihat disela-sela pembicaraan dan memintanya secara halus untuk berhenti dalam bermain online.
5.      Membuat kesepakatan dengan anak
Buatlah kesepakatan dengan anak anda bahwa ia harus izin / memberitahu anda dimana ia akan bermain game, berapa lama waktu bermain game, dan itu harus sesuai dengan kesepakatan. Jika anak menepati janjinya, maka berikanlah sedikit kejutan agar ia mempertahankan tindakan baiknya. Dan berikanlah sanksi kepada anak jika ia melanggar kesepakatan, misalnya dengan mengurangi uang jajan, atau membatasi kesenangan-kesenangan lainnya. Cara ini bisa anda lakukan kepada anak anda, mungkin dengan kesepakatan lain yang lebih bisa diterima anak anda.

REFERENSI
Efendi, Ridwan dan Setiadi. (2010). Pendidikan Lingkungan, Sosial, Budaya dan Teknologi.Bandung:UPI.
Kertamukti, Rama. (2008). Game Online Sebuah Fenomena Budaya Pergaulan Baru. Dalam Acta Diurna Artikel, [Online]. Vol 5 No 2 halaman 108. Tersedia: http://komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/GAME%20ONLINE%20SEBAGAI%20FENOMENA%20BUDAYA%20PERGAULAN%20BARU.pdf . [5 April 2014].
Fikri, Miftahul. (2012). Fenomena Game Online di Indonesia. [Online]. Tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/20/fenomena-game-online-di-indonesia-432359.html. [5 April 2014].

Ariwibowo, Aa. (2014). Ayo ikut sehari bermain bersama anak agar terbebas dari game online. [Online]. Tersedia: http://www.antaranews.com/berita/421946/ayo-ikut-sehari-bermain-bersama-anak-agar-terbebas-dari-game-online. [5 April 2014].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar